Tampilkan postingan dengan label Catatanq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanq. Tampilkan semua postingan

12.20.2008

Kado Spesial Untuk Bush, Sebuah Tanda Hilangnya Ke-Super Power-an



Akhir tahun ini kunjungan bush di Irak yang sekaligus kunjungan terakhirnya di masa jabatannya mendapat hadiah lemparan sepatu oleh wartawan irak Muntazer al-Zaidi. Acungan jempol serta dukungan kepada Zaidi terus bergulir, dan bahkan sepatu butut tersebut menjadi berharga dengan niali tawar mencapai 1,1 Milyar. wah...baut apa ya ntar sepatu semahal itu.......

Mungkin sudah waktunya Amerika tidak berjaya lagi, sudah waktunya amerika berhenti menjadi Super Power. Kekesalan Zaidi hanya satu dari jutaan kekesalan warga irak bahkan juga dunia. Termasuk saya Warga Indonesia begitu salut terhadap keberanian Zaidi.....!!!

12.17.2008

MAHASANTRI di Al-Hikmah Dua


Pekan kemarin (11-14 dec)merupakan temu Akbar mahasiswa Beasiswa Depag RI yang dikenal dengan CSS MoRa, yang di tempatkan di Ponpes Al-Hikmah 2, Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah. Termasuk diantara sekitar 1036 Mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi bergengsi saya merasakan ungkapan yang luar biasa serta apresiasi dari berbagai tokoh terhadap komunitas ini. Mungkin sejak pertama kalinya diluncurkan program ini, baru tahun 2008 ini komunitas santri ini mulai dikenal oleh masyarakat, karena sudah membiayai seribu lebih santri berprestasi. 

Satu Hal yang saya dapat dari Al-hikmah, bahwa ilmu agama itu tidak hanya terbatas pada teks-teks yang tertlis dalam kitab-kitab kuning atau buku pakar-pakar agama. Dalam sambutan pada acara penutupan pengasuh ponpes al Hikmah mengemukakan bahwa orang akan menuju kesuksesan bila konsisten (istiqomah) pada dua hal, pertama adalah berdzikir dan berfikir. Berdzikir-pun tidak sebatas dengan ungkapan lafadz-lafadz nelainkan adala upaya mengingat Allah atau ciptaannya dengan bentuk apapun. lebih lanjut beliau menyitir suatu hadis bahwa yang dibamakan majlis dzikir adalah majlis dimana disitu dibahas halal dan haram, kebenaran dan kebatilan. 

Apa yang dikatakan beliau sangat nampak sekali dalam program dan bentuk pola pendidikan pada Al-Hikmah, santri tidak hanya diarahkan pada hal-hal yang berbau teks-teks agama, berbagai program semisal peternakan, perikanan, perkebunan hingga pengelasan-pun ada. Benar jika pengasuh punya santri pengamen yang menjadi kiayi diantara pengamen-pengemen, kiayi di antara pedagang. 

Hal inilah yang perlu ditekankan kepada para santri, agar mempunyai eksistensi yang tinggi dan kebanggaan dengan label santrinya. Dan inilah pesan beliau juga kepada santri-santri mahasiswa ini. 

Salut buat Al-Hikmah,semoga terus maju memperjuangkan santri, semoga bisa berkunjung lagi suatu saat.........!!!!



Banjir dan Banjir


Hati kecil saya menggerutu, "Musim hujan Banjir, Kemarau Panasnya luar biasa" mungkin itu ungkapan kejenuhan makhluk bumi yang sangat resah dengan fenomena alam yang kian hari makin tidak mengenakkan. Sungguh manusia sudah tidak betah di bumi, mungkin. 

Perasaan semacam itu wajar. memang manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah terjadi, terlepas dari semua itu merupakan takdir dan kehendak Tuhan. Ketidak seimbangan ekosistem dan segala macam tetek bengeknya  merupakan faktor utama yang di akibatkan dari ulah manusia itu sendiri.

Contoh kecilnya adalah, saya sebagai mahasiswa yang mungkin hanya sebagai penduduk tidak tetap di Kota Surabaya yang hanya ruang lingkupnya kos dan kampus sungguh merasa jenuh dan tidak betah dengan cuaca di kota ini, pada musim kemarau cuaca luar biasa panasnya, bahkan kuliyah dikampuspun tidak kondusif gara-gara panas ini, bahkan muncul demonstrasi di salah satu fakultas menuntut adanya fasilitas Air Conditioner. Musim Hujan ini harus rela basah-basahan sepatu atau dengan terpaksa menjinjing sepatu ke kampus. Apalagi kesulitan ini harus dialami oleh sebuah keluarga, yang sering kemasuka air ke dalam rumahnya.

Jikabenar apa yang dikatakan oleh Pakar Drainase ITS, Ir Anggrahini bahwa Kota-Kota di Indonesia tidak Pernah lepas dari ancaman banjir(kompas-16-12-08), banjir merupakan bom waktu bagi setiap warga kota yang sewaktu-waktu bisa meledak dan tidak segan-segan merenggut nyawa. 

Entah bagaimanakah solusi yang tepat bagi permaslahan ini, berbagai kemelut Negeri belum juga tuntas, kasus terbaru adalah penodaan Agama oleh Lia Eden yang mengaku mendapat wahyu Tuhan, belum lagi maslah korupsi yang belum juga tuntas, apalagi manusia makin serakah dengan tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem. Berbagai Duta-pun di bentuk, mulai duta lingkungan, hingga duta baca, duta tinju dan sebagainya, nemun Indonesia tetap belum bisa terlepas dari kebanjiran ini semua. 




9.23.2008

Muhasabahku di Usia 22 Tahun umurku

kini usiaku sudah menginjak 22 tahun, melihat wajah dan penampilanku masih belum percaya dengan usiaku ini.Begitu singkat waktu berlalu, begitu terbatas kemampuan diriku.Perasaan baru kemarin lulus Sekolah Dasar, baru kemarin rasanya lulus dari pondok.sungguh begitu singkat!!!
Sudah semester V jenjang perkuliahanku, Apa yang sudah kuperbuat selama 22 tahun ini? Target apa yang sudah kucapai di usia remajaku ini? sampai mana pencapaian cita-citaku semasa kecilku?Manfaat apa yang sudah kuberikan untuk Agama, Masyarakat dan bangsaku?

pertanyaan itu terjawab dengan sendirinya dalam benak fikiranku, ternyata diriku belumlah mempunyai daya apa-apa, diriku belum bisa mengarungi hidup yang begiru rumit ini, diriku belum mantap menjadi pemuda sebagai penerus bangsa. Aku masih sangat terbatas.

Penghujung 21 Umurku

Pagi ini seperti biasanya tanpa ada perasaan aneh bagiku....
pagi-pagi serasa tidurku dah cukup, beraktivitas beres-beres di warnet kesayanganku. Ada beberapa agenda browsing yang pengen kulakukan pagi ini, mulai dari baca berita, cari tugas mata kuliyah pidana militer,, habis itu udah.
Perasaan senang karena warnet mulai rame, keuangan juga beberapa hari ini bagus, prndapatan pribadi dan warnet lumayan bagus.
Entah kenapa kesenangan itu begitu cepat berlalu... pertama kali dalam hidup aku dikeluarin dari kelas,, gara-garanya Hpq bunyi.
Awalnya aku sudah siap dengan mata kuliyah ini,,, tugas-tugas sudah kulengkapi, bahkan sampe nyarikan temanku. nyampe dikampus kelas yang sebelumnya (dengan dosen yang sama nantinya)belum keluar hingga sekitar 30 menit. perbincangan di luar begitu seru, canda tawa ringan dengan teman-teman buatku lupa diri... dalam perbincanganku itu ada yang pesen komputer padaku... wah ini ada tambahan buat lebaran pikirku. langsung aja ku sms temen yang punya akses dengan toko, pesananku deal.Dan Hp sudah ku silent karena memang ada peringatan sebelumnya tidak boleh ada HP bunyi pada waktu mata kuliyah ini.

sepintas terlintas dalam benakku...apa yang menjadi kesusahanku berikutnya, ko aku begitu senang hari ini. canda tawa tiba-tiba buyar, kelas yang ditunggu ternyata sudah keluar. suasana tiba-tiba hening ketika benntakan dosen menyuruh semuanya untuk mengisi kursi kosong didepan.
belum selesai disitu, temenku yang bicara dibelakang langsung disuruh keluar dan absennya dicoret....suasana kelas tambah tegang, tapi diriku tetap aja santai karena memang sudah siap mentalku dengan keadaan seperti ini.
baru aja temenku keluar "ayo siapa lagi yang pengen keluar???" ungakap dosen watu itu.
kaget bukan kepalang, Hpq langsung bunyi seakan-akan menanggapi pertanyaan dosen itu. Benar saja aku langsung disuruh keluar dan bernasib sama dengan temanku itu, absenku juga dicoret.akupun langsung down tanpa semangat, perasaan Hp ini sudah di silent tadi.Ya Allah apakah ini sebuah teguran atau cobaan.
pikiranku langsung melompat pada nilai...nilaiku yang semester ini sudah anjlok ditambah lagi ksus seperti ini.
ini hari yang tidak mengenakkan bagiku di penghujung 21 umurku.

9.10.2008

"Das Sein Das Sollen " Antara Harapan dan Kenyataan

Ada hal menarik yang ingin saya tulis tentang aktifitaku hari ini, pada mata kuliah hukum tadi disinggung tentang sebuah teori "Das sein Das Sollen" yaitu ungkapan teori ilmu hukum tentang sebuah kesenjangan antara kenyataan dan harapan. itulah yang dapat saya tangkap dari teori ini.
Das Sein adalah sebuah realita yang telah terjadi sedangkan Das Sollen adalah apa yang sebaiknya dilakukan yaitu sebuah impian dalam dunia utopia yang menjadi keinginan dan harapan setiap manusia sedangkan Das Sollen merupakan realita yang menimpa manusia itu sendiri. Hal inilah yang disebut dengan sebuah harapan dan kenyataan.
Antara keduanya tidak selalu se-Vareabel, manusia sebagai Makhluk ciptaan Allah yang sepenuhnya diberi keleluasaan dalam menjalani sebuah pilihan hidupnya sendiri, Tuhan menjadikan manusia sebagai Khalifah dimuka bumi dalam rangka memberikan kebebasan memilih hidupnya, kemanakah akan diarahkan hidupnya itu terserah pilihan manusianya sendiri, kearah kebaikankah yang nantinya janji Allah adalah Surga atau Kearah kebathilan yang dijanjikannya dengan Neraka.

Dalam hal ini Allah tidak serta-merta melepas manusia tanpa ada sebuah petunjuk dan aturan, Allah telah mengutus para utusan(baca:Rasul) dalam rangka memberikan berita serta petunjuk kearah kebaikan, namun semuanya manusialah yang menentukannya.
Oleh karenaya dalam Islampun dikenal ada dua aliran teologi, dalam hal ini ada kelompok Qadariyah yang mempunyai pandangan semua hal telah diatur rapi sebuah setting kehidupan manusia. lain halnya dengan Jabariyah yang memberikan penafsiran berbeda.
kembali lagi pada Das Sollen, yaitu apa yang sebaiknya dilakukan oleh manusia tepatnya apa yang menurutnya baik untuk dilakukan. Impian manusia dalam hidupnya pasti adalah yang baik buat dirinya, mereka mempunyai harapan-harapan yang menurut nalarnya akan membawanya pada kebahagiaan. kebahagiaan disini menurut definsinya masing-masing. jike begitu menurut saya kelompok jabariyahlah yang nantinya menganut faham ini, faham jabariyah selalu memberikan kebebasan penuh terhadap pribadi-pribadi makhluk untuk mengambil sebuah tindakan atau pilihan hidupnya, tidak ada campur tangan Tuhan dalam menentukan nasibya.Begitula sekelumit pemahaman yang dapat saya ambil dari keduanya.

kembali lagi antara Das Sein dan Das Sollen merupakan vareabel antara harapan dan kenyataan, terlepas dari faham teologi diatas manusia hanya bisa berharap dan bercita-cita, Tuhanlah yang akan menentukan, disini tidak jarang kenyataan atau kehendak Tuhan berbeda dengan harapan yang ada dibenak kita.
Dalam kehidupan pribadi saya, baru-baru ini saya mempunyai sebuah harapan untuk memajukan warnet, saya mempunyai target 300 ribu dalam seharinya(itu sudah sangat besar buat saya), dalam menggapai harapan tersebut berbagai langkah telah saya ambil, mengajukan pembiayaan pembelian perangkat computer dan lain-lainnya dan Alhadulillah itu disepakati dan saya mendapat dana 3jta untuk itu, 1.350.000 saya beli HP yang lumayan bagus bagi saya yang telah lama tidak pegang Hp bagus, kemudian saya memperbaiki computer yang ada diwarnet kemudian menambah satu untit computer dan membeli Hub Swith yang juga harganya tidak meurah, semuanya menghabiskan 3.170.000. hal itu demi mencapai harapan dan target saya.
Namun Sein(kenyataan) berbicara lain, jalan menuju harapan itu tidak segampang yang saya pikir, beli perankat sudah beres, pelanggan banyak. namun Sollen(kenyaan)nya tidak semudah itu Hub yang saya beli belum bisa berfungsi entah ruak yang saya beli atau saya ditipu oleh yang menjualnya yang masih temen saya sendiri. selain itu kmonitor yang seahrusnya ready untuk dipakek ternyata eror, karena sebelumnya dipinjem temen yang tidak bertanggung jawab, padahal pelanggan mulai banyak dan bisa Full 7 Pc, ada lagi kesenjangan yang lain computer yang sudah biasa lancar dipekek tiba-tiba disconnection terus.
Saya hanya bisa berharap dan terus berharap serta berusaha semaksimal mungkin, bahkan dua hari ini mata saya terasa bengkak dan badan ini sudah tidak fit lagi berbagai doping harus saya imbangi dengan aktifiats yang padat ini.
Dalam Kesempatan ini semoga masih waktu mustajabah karena masih bulan Ramadhan 1/3 malam terakhir.
"Ya Allah hamba mohon ampunanmu...jika jalan yang hambah tempuh ini modhrat bagi diri dan orang-orang disekitar hamba, hamba mohon berikanlah jalan lain yang engkau Ridhoi. berikanlah kemudahan pada langkah hamba ini ya Rabb!!!berikanlah nilai ibadah serta berkahilah setaip apa yang menjadi aktifiatas saya ini YA Rabb!!!
رب اغفر وارحم وانت خير الرازقين

9.08.2008

HP Baru


Syukur Alhamdulillah, akhirnya terkabul juga keinginan punya Hp sendiri, pasalnya selama kurang lebih 2 bulan terakhir aku make Hp-nya Yanto salah satu OP warnet,itu gara-gara hpq rusak waktu berlibur ke Pantai Prigi, Hp yang baru q beli pake uangnya Makmum ga berumur panjang ketika aku dikeroyok diceburin ke pantai, akhirnya Hpq bener-bener mati ga bisa di service lagi.

sekarang aku bisa beli HP tipe ini, lumayan baguslah seharga 1.350.000, kalo misalnya nenekq tahu dirumah mungkin beliau akan bilang uang segitu dapat sapi buat diternak, tapi q bener-bener pengen punya Hp yang representatif dengan fitur yang lengkap.

Dananya ku ambil dari Bank Mini Syari'ah bersama dengan pembiayaan pembelian computer. semoga Hp Ini bermanfaat buat hidupku dan tahan lama.

9.07.2008

SHALAT TARAWIH

Shalat Tarawih (terkadang disebut teraweh atau taraweh) adalah shalat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan shalat sunnat ini adalah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Fakta menarik tentang shalat ini ialah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam hanya pernah melakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim. (Wikipedia.org)

RAKAAT SHALAT TARAWIH
Terdapat beberapa praktek tentang jumlah raka'at dan jumlah salam pada shalat tarawih, pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam jumlah raka'atnya adalah 8 raka'at dengan dilanjutkan 3 raka'at witir. Dan pada jaman khalifah Umar menjadi 20 raka'at dilanjutkan dengan 3 raka'at witir. Perbedaan pendapat menyikapi boleh tidaknya jumlah raka'at yang mencapai bilangan 20 itu adalah tema klasik yang bahkan bertahan hingga saat ini. Sedangkan mengenai jumlah salam praktek umum adalah salam tiap dua raka'at namun ada juga yang salam tiap empat raka'at. Sehingga bila akan menunaikan tarawih dalam 8 raka'at maka formasinya adalah salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka'at.
Tidak ada satu pun hadits yang shahih dan sharih (eksplisit) yang menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasululullah SAW.

Kalau pun ada yang mengatakan 11 rakaat, 13 rakaat, 20 atau 23 rakaat, semua tidak didasarkan pada hadits yang tegas. Semua angka-angka itu hanyalah tafsir semata. Tidak ada hadits yang secara tegas menyebutkan angka rakaatnya secara pasti.

Hadits Rakaat Tarawih 11 atau 20: Hadits Palsu

Al-Ustadz Ali Mustafa Ya'qub, MA, muhaddits besar Indonesia di bidang ilmu hadits, menerangkan bahwa tidak ada satu pun hadits yang derajatnya mencapai shahih tentang jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Kalau pun ada yang shahih derajatnya, namun dari segi istidlalnya tidak menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih. Di antarahadits palsu tentang jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW adalah hadits berikut ini:

Dari Ibn Abbas, ia berkata, “Nabi SAW melakukan shalat pada bulan Ramadhan dua puluh rakaat dan witir”. (Hadits Palsu)

Hadis ini diriwayatkan Imam al-Thabrani dalam kitabnya al-Mu‘jam al-Kabir. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman yang menurut Imam al-Tirmidzi, hadits-haditsnya adalah munkar. Imam al-Nasa‘i mengatakan hadis-hadis Abu Syaibah adalah matruk. Imam Syu‘bah mengatakan Ibrahim bin Utsman adalah pendusta. Oleh karenanya hadis shalat tarawih dua puluh rakaat ini nilainya maudhu' (palsu) atau minimal matruk (semi palsu).

Demikian juga hadits yang menyebutkan bahwa jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW adalah 8 rakaat. Hadits itu juga palsu dan dusta.

“Rasulullah SAW melakukan shalat pada bulan Ramadhan sebanyak delapan rakaat dan witir”. (Hadits Matruk)

Hadis ini diriwayatkan Ja‘far bin Humaid sebagaimana dikutip kembali lengkap dengan sanadnya oleh al-Dzahabi dalam kitabnya Mizan al-I‘tidal dan Imam Ibn Hibban dalam kitabnya Shahih Ibn Hibban dari Jabir bin Abdullah. Dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama ‘Isa bin Jariyah yang menurut Imam Ibnu Ma‘in, adalah munkar al-Hadis (Hadis-hadisnya munkar).

Sedangkan menurut Imam al-Nasa‘i, ‘Isa bin Jariyah adalah matruk (pendusta). Karenanya, hadis shalat tarawih delapan rakaat adalah hadis matruk (semi palsu) lantaran rawinya pendusta.

Jadi bila disandarkan pada kedua hadits di atas, keduanya bukan dalil yang bisa dijadikan pegangan bahwa nabi SAW shalat tarawi 8 rakaat atau 20 rakaat dalam shalat tarawih.

Hadits Rakaat Shalat Malam atau Rakaat Shalat Tarawih?

Sedangkan hadits yang derajatnya sampai kepada keshahihan, hanyalah hadits tentang shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, di mana Aisyah meriwayatkan secara shahih bahwa shalat malam yang dilakukan oleh beliau SAW hanya 11 rakaat.

Dari Ai'syah ra, "Sesungguhnya Nabi SAW tidak menambah di dalam bulan Ramadhan dan tidak pula mengurangkannya dari 11 rakaat. Beliau melakukan sholat 4 rakaat dan janganlah engkau tanya mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian beliau akan kembali sholat 4 rakaat dan jangan engkau tanyakan kembali mengenai betapa baik dan panjangnya, kemudian setelah itu beliau melakukan sholat 3 rakaat. Dan beliau berkata kepadanya (Ai'syah), "Dia melakukan sholat 4 rakaat, " tidak bertentangan dengan yang melakukan salam setiap 2 rakaat. Dan Nabi SAW bersabda, "Sholat di malam hari 2 rakaat 2 rakaat." Dan dia (Ai'syah), "Dia melakukan sholat 3 rakaat" atau ini mempunyai makna melakukan witir dengan 1 rakaat dan 2 rakaat. (HR Bukhari).

Tetapi di dalam hadits shahih ini, Aisyah ra sama sekali tidak secara tegas mengatakan bahwa 11 rakaat itu adalah jumlah rakaat shalat tarawih. Yang berkesimpulan demikian adalah para ulama yang membuat tafsiran subjektif dan tentunya mendukung pendapat yang mengatakan shalat tarawih itu 11 rakaat. Mereka beranggapan bahwa shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah shalat tarawih.

Pendukung 20 Rakaat

Sedangkan menurut ulama lain yang mendukung jumlah 20 rakaat, jumlah 11 rakaat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tidak bisa dijadikan dasar tentang jumlah rakaat shalat tarawih. Karena shalat tarawih tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW kecuali hanya 2 atau 3 kali saja. Dan itu pun dilakukan di masjid, bukan di rumah. Bagaimana mungkin Aisyah ra meriwayatkan hadits tentang shalat tarawih beliau SAW?

Lagi pula, istilah shalat tarawih juga belum dikenal di masa beliau SAW. Pada masa Umar bin Khattab, karena orang berbeda-beda, sebagian ada yang shalat dan ada yang tidak shalat, maka Umar ingin agar umat Islam nampak seragam, lalu disuruhlah agar umat Islam berjamaah di masjid dengan shalat berjamah dengan imam Ubay bin Ka'b. Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih, artinya istirahat, karena mereka melakukan istirahat setiap selesai melakukan shalat 4 rakaat dengan dua salam.

Bagi para ulama itu, apa yang disebutkan oleh Aisyah bukanlah jumlah rakaat shalat tarawih, melainkan shalat malam (qiyamullail) yang dilakukan di dalam rumah beliau sendiri.

Apalagi dalam riwayat yang lain, hadits itu secara tegas menyebutkan bahwa itu adalah jumlah rakaat shalat malam beliau, baik di dalam bulan Ramadhan dan juga di luar bulan Ramadhan.

Maka dengan demikian, keadaan menjadi jelas mengapa di dalam tubuh umat Islam masih ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan menarik, para ulama besar dunia sangat bersikap toleran dalam masalah ini.

Toleransi Jumlah Bilangan Rakaat

Dengan tidak adanya satu pun hadits shahih yang secara tegas menetapkan jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW, maka para ulama berbeda pendapat tentang jumlahnya. Ada yang 8 rakaat, 11 rakaat, 13 rakaat, 20 rakaat, 23 rakaat, bahkan 36 rakaat. Dan semua punya dalil sendiri-sendiri yang sulit untuk dipatahkan begitu saja.

Yang menarik, para ulama di masa lalu tidak pernah saling mencaci atau menjelekkan meski berbeda pendapat tentang jumah rakaat shalat tarawih.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat.

Sheikh al-Islam Ibn Taymiyah berpendapat, "Jika seseorang melakukan sholat tarawih sebagaimana mazhab Abu Hanifah, As-Syafi'i dan Ahmad yaitu 20 rakaat atau sebagaimana Mazhab Malik yaitu 36 rakaat, atau 13 rakaat, atau 11 rakaat, maka itu yang terbaik. Ini sebagaimana Imam Ahmad berkata, Karena tidak ada apa yang dinyatakan dengan jumlah, maka lebih atau kurangnya jumlah rakaat tergantung pada berapa panjang atau pendek qiamnya."(Silahkan periksa kitab Al-Ikhtiyaaraat halaman 64).

Demikian juga dengan Mufti Saudi Arabia di masa lalu, Al-'allaamah Sheikh Abdulah bin Baaz ketika ditanya tentang jumlah rakaat tarawih, termasuk yang mendukung shalat tarawih 11 atau 13 rakaat, namun beliau tidak menyalahkan mereka yang meyakini bahwa yang dalilnya kuat adalah yang 20 rakaat.

Beliau rahimahullah berkata, "Sholat Tarawih 11 rakaat atau 13 rakaat, melakukan salam pada setiap 2 rakaat dan 1 rakaat witir adalah afdal, meniru cara Nabi SAW. Dan, siapa pula yang sholatnya 20 rakaat atau lebih maka juga tidak salah."

Dan di kedua masjid besar dunia, Masjid Al-Haram Makkah dan masjid An-Nabawi Madinah, sejak dahulu para ulama dan umat Islam di sana shalat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat witir. Dan itu berlangsung sampai hari ini, meski mufti negara punya pendapat yang berbeda. Namun mereka tetap harmonis tanpa ada saling caci.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Ramdhan

Ramadhan, Ramadan atau Romadhon (bahasa Arab:رمضان) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, shalat tarawih, peringatan turunnya Al Qur'an, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al Qur'an dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadhan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al Qur'an pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."

Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.
Sumber Wikipedia.org

9.05.2008

Dapat Kucuran Dana

Keinginan untuk terus memperbaiki kualitas kinerja warnet menemukan titik teang, pagi tadi setelah menunggu hampir satu jam di Bank Mini Syariah, Di kampus IAIN akhirnya permohonan penbiayaan pembeliaan perangkat komputer disepakati dan langsung kutandatanganni kesepakatannya sejumlah Rp 3.000.000 dengan cicilan 285 ribu perbulan selama 12 bulan, namun itu diakumulasikan dengan tabungan dan infaknya sehingga jumlah cicilannya 300.000 perbulan.
Syukur alhamdulillah semoga dana ini bisa m=bermanfaat bagi usaha saya, dan saya mampu melunasinya tiap waktu Amiiin!!

selain itu aku juga berencana memperbaiki kinerja rental pS, sore ini aku beli 4 buah stikc baru dan kemaren 1 buah stick dan kebetulan pagi tadi setoran bulan lalu baru aku transfer sejumlah Rp 650.000. semoga langkah yang kuambil ini akan memperbaiki kinerja rental dan bisa terus lebih baik.
Ayoo... kobarkan terus semangatmu!!!!!!!!!!

9.04.2008

Semangat baru dengan Casing(baca rambut) baru

Tiga hari bulan ramadhan berlalu dengan sangat singkat, harapan demi harapan yang ku bangun dengan idealisme yang cukup tinggi selalu saja rapuh dan berakhir dengan keputus asaan dan hampir dengan frustasi. idealisme manusia hanyalah sebuah angan-angan yang dipenuhi dengan nafsu belaka, dan diatas segalanya Tuhanlah yang berkehendak.

Liburan sudah ahmpir usai, tiga hari lagi kampus mulai aktif aku harus mulai menyiapkan kuliahku, pekerjaanku yang masih acak-acakan harus secepatnya ku benahi. ada beberapa hal yang harus ku benahi dan menjadi target besar hidupku demi pencapaian cita-cita dan harapanku, sekali-lagi ini hanya sebuah idealisme namun semoga bukan hawa nafsu. 

  1. kuliahku, penguasaan materi kuliah dan jam belajar harus mendapatkan porsi terbesarku dalam 24Jam ini. Target yang harus ku capai adalah vokal,penguasaan materi dan niali yang cumload.
  2. Warnet, Usaha yang kubangun dengan jerih payah dan banyak menyedot keuangan harus kuatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu jam kuliyahku. target yang harus kucapai dari warnet adalah dalam seharinya 300-400 ribu perhari.
  3. Rental Ps, Rental ini meskipun bukan milikku, namun berada dalam tanggungjawabku. sejak berada dibawah tanggung jawabku rental ini selalu mengalami penurunan. kini yang terjadi padaku adalah pada temen yang jaga Ps menjadi tidak enak gara-gara masalh bayaran, ke Kakak H (yang punya modal) juga ga enak karena targetku selalu tidak tercapai dan aku ahnya menuai capek belaka.

namun semuanya tidak akan kubiarkan begini terus tanpa adanya suatu perubahan, aku harus melakukan reformasi(gayanya...hehe..) 

Ya Allah berikanlah solusi pada hamba dan kabulkanlah doa hamba ini!!!